Belum Diklaim 🕌 Masjid AL-HIDAYAH
Masjid ini sudah terdaftar, tapi belum ada pengurus yang mengelola website-nya. Klaim gratis & aktifkan fitur lengkap untuk masjid Anda.

Tentang Masjid AL-HIDAYAH

Masjid AL-HIDAYAH

Masjid Al-HIdayah terletak di Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat ini beraw- al dari sebuah surau. Namun tidakdiketahui angka pasti bila berdirinya. Menurut para orang-orang tua, tarikh awal mula perubahan dari mushalla menjadi Masjid diyakini pada Khutbah Jumat yang kali pertama tahun 1921 . Kala itu dinding pada struktur bangunan masjidmasih terbuat dari rangka papan dan atap berupa pelepah rumbia. Tiang penyangga tidak menggunakan paku. Arsitektur Masjid berbentuk tumpang limas, dari awal pembangunan lantai tidak berbentuk panggung, memiliki lantai di tanah yang bersusun batu-batu alam. Tongkat khutbah pertama sejak berdirinya Masjid masih tetap dipertahankan, sedangkan mimbar sudah diubah berkali-kali. Berdasarkan data Kementerian Agama Kabupaten Karimun Tahun 2015, Masjid al Hidayah ini didirikan Tahun 1921, dengan luas tanah 645 meter persegi dengan luas bangunan 338 meter persegi. Data ini menunjukkan bahwa surau telah dibangun lebih awal. Saat ini tinggal sedikit saja bukti fisik bangunan asli dari Masjid al Hidayah di Desa Gemuruh, yang masih dipertahankan hingga hari ini. Salah satunya adalah kulah (tempat mengambil air wudhu). Walau sudah dipugar dengan menutup anak tangga yang menurun, batu-batu asal yang berada di dasar dan tepi kulah masih tetap ada. Untuk menghindari jatuhnya kanak-kanak, kulah ditinggikan temboknya. Batu angin yang tersusun di dinding kulah masih terlihat. Airnya tetap digunakan dengan cara dialirkan ke bak penampungan. Salah satu peninggalan lama masjid ini berbentuk Tempayan tempat membasuh kaki. Pada mulanya sebelum jamaah memasuki masjid, petugas masjid akan mengangkat tempayan tersebut untuk diletakkan di depan pintu masuk Masjid. Tempayan merupakan satunya alat penampung air ketika dulu. Kini tersebut tidak dipergunakan kembali, terbiar saja di belakang mimbar Masjid.Imam pertama sebelum berubah menjadi Masjid Al Hidayah adalah Tok Lebai (Ahmad) tertua, Imam Saad Bin Kamis, imam ketiga Ahmad Bin Tande ini dikeramatkan Masyarakat sekitar) kabarnya berasal dari Malaka, Malaysia. H. Ramli Bin Adan cukup lama menjadi pengurus imam Masjid, kemudian Unggal Amat, dan kemudian Untung. Buku-buku yangmenjadi pegangan para imam Masjid Al Hidayah umumnya berasal dari Malaysia. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena kedekatan wilayah geografi serta historis ditambah lagi masih adanya hubungan keluarga dengan yang berada di Malaysia, menjadikan akses untuk mendapatkan buku-buku tersebut cukup mudah. Haji Ramli bin Adan, Imam masjid yang telah berkhidmat sejak usia 18 tahun, kini usianya 81 Tahun, menceritakan situasi jamaah dibawah tahun 1920. Ia menuturkan bahwa masyarakat gemuruh sebelum melaksanakan shalat Jumat atau shalat Idul Fitri, terlebih dahulu mesti berjalan kaki puluhan kilometer jauhnya menuju ke Masjid Nurul Iman yang berlokasi di Desa Kobel. Karena Jalan darat jauh jaraknya, sedangkan jalan alrternatif lainnya melewati pantai, jamaah akan menyusuri Pantai Timun, melintasi sungai kecil, dan melanjutkan perjalanan dengan terus berjalan hingga ke Pantai Teluk Mata Air dan naik ke Kelong Laut kemudian menuju pengkolan Togok di Desa Kundur lalu berjalan ke darat lalu tiba di kampung Kobel Laut.Untuk setiap shalat jumat, sejak pukul 06.00 pagi, mereka sudah mesti memulai perjalanan menuju masjid. Pukul 10.00 WIB sudahsampai ke lokasi.Khusus untuk shalat Idul Fitri, rata-rata mereka akan menginap. Lampu petromak (strongkeng) adalah penerang yang diandalkan ketika masyarakat gemuruh melaksanakan acara besar agama pada malam tujuh likur setiap bulan ramadhan. Didapati di Kecamatan Kundur Barat terdapat Jalan pantai semacam jalan purba masyarakat sekitar untuk menegakkan syiar dan beribadah, hingga kini Jamaah Masjid Al Hidayah tidak melakukannya karena sudah mandiri.

Berita & Pengumuman Masjid AL-HIDAYAH

Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi

Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi

Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..

Khutbah Iduladha: Bersabar dan Ikhtiar Lahir-Batin di Masa  Pandemi Covid-19

Khutbah Iduladha: Bersabar dan Ikhtiar Lahir-Batin di Masa Pandemi Covid-19

Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..

Khutbah Jumat: Bahaya Hasad bagi Peradaban Manusia

Khutbah Jumat: Bahaya Hasad bagi Peradaban Manusia

Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ للهÙ..